Jumat, 14 Juni 2013

Kurikulum 2013



Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 adalah kurikulum terbaru yang diharapkan mampu menyempurnakan kurikulum-kurikulum sebelumnya karena kurikulum sebelumnya dipandang terlalu padat dan tidak efisien

Hal-hal yang menyebabkan kurikulum diubah

Permasalahan Kurikulum 2006

  1. Konten kurikulum masih terlalu padat yang ditunjukkan dengan banyaknya mata pelajaran dan banyak materti yang terlalu luas dan sukar serta melampaui tingkat perkembangan usia anak
  2. Kurikulum belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional
  3. Kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan dan pengetahuan
  4. Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skill dan hard skill, kewirausahaan) 
  5. Kurikulum belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat local, nasional, maupun global
  6. Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru
  7. Standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi  (sikap, keterampilan, dan pengetahuan) dan belum tegas menuntut adanya remediasi secara berkala
  8. Dokumen kurikulum KTSP kurang rinci sehingga menimbulkan multi-tafsir


Tantangan masa depan

1.      Globalisasi: WTO, ASEAN Community, APEC, CAFTA
2.      Masalah lingkungan hidup
3.      Kemajuan teknologi informasi
4.      Konvergensi ilmu dan teknologi
5.      Ekonomi berbasis pengetahuan
6.      Kebangkitan industri kreatif dan budaya
7.      Pergeseran kekuatan ekonomi dunia
8.      Pengaruh dan imbas teknosains
9.      Mutu, investasi dan transformasi pada sektor pendidikan
Hasil TIMSS dan PISA

Dengan adanya permasalahan-permaslaahan seperti diatas dan juga tantangan masa depan maka kurikulum diganti menjadi kurikulum 2013 dengan harapan memenuhi standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, dan standar penilaian yang ideal serta dapat memenuhi tantangan masa depan.

Tema Pengembangan Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 menyandang tema “Kurikulum yang dapat menghasilkan insan indonesia yang:
Produktif, Kreatif, Inovatif, Afektif melalui penguatan Sikap yaitu tahu mengapa, Keterampilan yaitu tahu bagaimana, dan Pengetahuan yaitu tahu apa yang terintegrasi”

Konsep kurikulum 2013
  
Setidaknya ada tiga konsep tentang kurikulum 2013, yaitu :

1.      Kurikulum sebagai substansi
Suatu kurikulum dipandang sebagai suatu rencana kegiatan belajar bagi murid-murid di sekolah atau sebagai suatu perangkat tujuan yang ingin dicapai. Suatu kurikulum juga dapat menunjuk kepada suatu dokumen yang berisi rumusan tentang tujuan, bahan ajar, kegiatan belajar-mengajar, jadwal, dan evaluasi. Suatu kurikulum juga dapat digambarkan sebagai dokumen tertulis sebagai hasil persetujuan bersama antara para penyusun kurikulum dan pemegang kebijaksanaan pendidikan dengan masyarakat. Suatu kurikulum juga dapat mencakup lingkup tertentu, suatu sekolah, suatu kabupaten, propinsi, ataupun seluruh negara. Konsep ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan konsep kurikulum sebelumnya, namun dalam kurikulum 2013 ini lebih bertumpu kepada kualitas guru sebagai implementator di lapangan.

2.      Kurikulum sebagai suatu sistem yaitu sistem kurikulum
Sistem kurikulum merupakan bagian dari sistem persekolahan, sistem pendidikan, bahkan sistem masyarakat. Suatu sistem kurikulum mencakup struktur personalia, dan prosedur kerja bagaimana cara me­nyusun suatu kurikulum, melaksanakan, mengevaluasi, dan menyem­purnakannya. Hasil dari suatu sistem kurikulum adalah tersusunnya suatu kurikulum, dan fungsi dari sistem kurikulum adalah bagaimana memelihara kurikulum agar tetap dinamis.
Konsep ini juga dapat dipastikan mengalami prubahan dari konsep kurikulum yang sebelumnya, sebab wacana pergantian kurikulum dalam sistem pendidikan memang merupakan hal yang wajar, mengingat perkembangan alam manusia terus mengalami perubahan. Namun, dalam menentukan sistem yang baru diharapakan para pembuat kebijakan jangan asal main rubah saja, melainkan harus menentukan terlebih dahulu kerangka, konsep dasar maupun landasan filosofis yang mengaturnya.

3.      Kurikulum sebagai suatu bidang studi
Konsep ketiga, kurikulum sebagai suatu bidang studi yaitu bidang studi kurikulum. Ini merupakan bidang kajian para ahli kurikulum dan ahli pendidikan dan pengajaran. Tujuan kurikulum sebagai bidang studi adalah mengembangkan ilmu tentang kurikulum dan sistem kurikulum. Mereka yang mendalami bidang kurikulum, mempelajari konsep-konsep dasar tentang kurikulum. Melalui studi kepustakaan dan berbagai kegiatan penelitian dan percobaan, mereka menemukan hal-hal baru yang dapat memperkaya dan memperkuat bidang studi kurikulum.

·         Perubahan yang ditawarkan kurikulum 2013(Elemen perubahan yang ditawarkan)




Tematik integratif adalah pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi  dari berbagai mata pelajaran.  Artinya, materi ajar tidak disampaikan berdasarkan mata pelajaran tertentu, melainkan dalam bentuk tema-tema yang mengintegrasikan seluruh mata pelajaran.












Selain mengintegrasikan mata pelajaran tema-tema tersebut juga mengintegrasikan sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembelajaran dan juga mengintegrasikan berbagai konsep dasar yang berkaitan.
Contohnya yaitu dengan tema 'sungai', maka anak-anak bisa diajak bercerita tentang sungai dalam bentuk tulisan, itu masuk Bahasa Indonesia. Kemudian dijelaskan bahwa sungai tidak boleh dicemari karena akibatnya merugikan masyarakat, itu bisa masuk PPKn


Perubahan substansi kurikulum 2013
 
1.      Pengurangan mata pelajaran melalui pengintegrasian mata pelajaran
Contoh: mata pelajaran IPA dan IPS di kurikulum SD menjadi materi pembahasan peajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dll.
2.      Penambahan jam pelajaran
Contoh: di SD, jam pelajaran bertambah 4 jam setiap minggunya
Usulan lain pada substansi kurikulum 2013
1.      Di jenjang SMA, alternatif yang ditawarkan adalah penjurusan dilaksanakan pada tahun pertama, siswa berhak memilih mata pelajaran sesuai dengan keinginannya, atau tidak adanya penjurusan
2.      Di jenjang SMK, UN dilaksanakan pada tahun kedua dan pada tahun ketiga dikhususkan untuk keprofesian sesuai dengan jurusannya masing-masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar