A. PENDAHULUAN
Remaja adalah suatu periode
peralihan dari masa anak-anak hingga masa awal dewasa yang dimulai pada usia
kira-kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 sampai 20 tahun. Pada
masa remaja, intelektual yang berupa kognitif dan bahasa berkembang pesat. Dalam
perkembangan kognitif, pemikiran remaja berubah menjadi lebih abstrak, logis
dan idealis. Artinya remaja tidak akan percaya begitu saja terhadap apa yang
dikatakan oleh orang tua tanpa tahu sebab dan alasan. Remaja mulai berfikir
rasional dan mulai berfikir tentang citra diri mereka. Remaja mempunyai
keyakinan bahwa orang lain akan memperhatikan dirinya sebagaimana halnya
dirinya sendiri. Dalam perkembangan bahasa, masa remaja terutama
remaja awal merupakan masa terbaik untuk mengenal dan mendalami bahasa asing.
Namun karena keterbatasan kesempatan dan sarana dan pra sarana, menyebabkan si
remaja kesulitan untuk menguasai bahasa asing. Tidak bisa dipungkiri, dalam era
globalisasi sekarang ini, penguasaan bahasa asing merupakan hal yang penting
untuk menunjang kesuksesan hidup dan karier seseorang. Namun dengan adanya
hambatan dalam pengembangan ketidakmampuan berbahasa asing tentunya akan
sedikit-banyak berpengaruh terhadap kesuksesan hidup dan kariernya.
Terhambatnya perkembangan kognitif dan bahasa dapat berakibat pula pada aspek
emosional, sosial, dan aspek-aspek perilaku dan kepribadian lainnya.
B.
PERKEMBANGAN
INTELEKTUAL REMAJA
1. Pengertian perkembangan
Menurut Schneirla(1957),
perkembangan adalah perubahan-perubahan progresif dalam organisasi organisme.
Organisme ini dilihat sebagai sistem fungsional dan adaptif sepanjang hidupnya.
Perubahan-perubahan progresif ini meliputi 2 faktor yaitu kematangan dan
pengalaman.
Menurut Monks (1984 :
2),
perkembangan adalah suatu proses yang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu
organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi, berdasarkan proses
pertumbuhan, kematangan dan belajar.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan
bahwa perkembangan tidak terbatas pada pengertian pertumbuhan yang semakin
membesar, melainkan di dalamnya juga terkandung serangkaian perubahan yang
berlangsung secara terus menerus dan bersifat tetap dari fungsi-fungsi
jasmaniah dan rohaniah yang dimiliki individu menuju ketahap kematangan melalui
pertumbuhan, pematangan dan belajar.
Sulit untuk menentukan definisinya
masa remaja karena waktu dimulainya dan berakhirnya tidak dapat ditentukan
secara pasti karena masa remaja dan remaja sesungguhnya merupakan ciptaan
budaya yaitu suatu konsep yang muncul dalam masyarakat modern sebagai tanggapan
terhadap perubahan sosial yang menyertai perkembangan industri pada anak abad
ke-19 di Eropa dan Amerika Serikat. Remaja telah digunakan secara luas untuk
menunjukkan suatu tahap perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa,
yang ditandai oleh perubahan-perubahan fisik umum serta perkembangan kognitif
dan sosial. Rentang waktu usia remaja dibedakan menjadi 3, yaitu : 12-15 tahun
(masa remaja awal), 15-18 tahun (masa remaja pertengahan), 18-21 tahun (masa
remaja akhir).
2. Pengertian intelektual
Beberapa
ahli mengemukakan pengertian intelegensi atau kemampuan itelektual sebagai
berikut :
Menurut
English & English dalam bukunya “A Comprehensive Dictionary of
Psychological and Psychoanalitical Terms”, istilah intelektual berarti kekuatan
mental dimana manusia dapat berfikir, suatu rumpun nama untuk proses kognitif,
terutama untuk aktivitas yang berkenaan dengan berfikir dan kecakapan yang
tinggi untuk berfikir
Charles
Spearman mengemukakan bahwa intelegensi adalah suatu kumpulan yang merupakan
kemampuan tunggal.
Weschler
(dalam Wahab, 1999) mengemukakan bahwa intelegensi sebagai keseluruhan
kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara terarah serta kemampuan
mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif.
Dari
uraian diatas dapat disimpulkan bahwa intelektual adalah kemampuan berfikir
untuk memperoleh berbagai informasi dan berfikir logis serta cepat sehingga
dapat bergerak dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru.
Perkembangan
intelektual meliputi perkembangan kognitif dan bahasa.
1.
Perkembangan Kognitif pada Remaja
a. Pengertian
kognitif
Kognisi adalah istilah ilmiah untuk
"proses pikiran." yaitu bagaimana manusia melihat, mengingat, belajar
dan berpikir tentang informasi. Secara umum kognitif diartikan potensi
intelektual yang terdiri dari tahapan pengetahuan, pemahaman, penerapan,
analisa, sintesa, dan evaluasi.
b. Perkembangan
kognitif pada remaja
a)
Karakteristik
Perkembangan Kognitif pada Remaja
Menurut Jean Piaget seseorang pada
usia remaja berada pada tahap operasional formal . Sifat pada tingkat berpikir
operasional formal antara lain:
1. Sifat
deduktif hipotesis
Penyelesaian masalah dimulai dengan
pemikiran secara teoritik kemudian menganalisis masalah dan mengajukan berbagai
hipotesis selanjutnya membuat strategi penyelesaian suatu masalah berdasarkan
hasil analisis tersebut.
2. Berpikir
operasional juga berpikir kombinatoris
Mampu memecahkan masalah dengan
membuat perencanaan kegiatan terlebih dahulu dan berusaha mengantisipasi
berbagai macam informasi yang akan diperlukan untuk memcahkan masalah tersebut.
b)
Faktor
yang Mempengaruhi Perkembangan Kognitif pada Remaja
Berikut adalah faktor-faktor yang
mempengaruhi perkembangan intelektual menurut Andi Mappiare:
1. Bertambahnya
informasi yang disimpan dalam otak seseorang sehingga ia mampu berfikir
reflektif.
2. Banyaknya
pengalaman dan latihan-latihan memecahkan masalah sehingga seseorang dapat
berfikir porprosional.
3. Adanya
kebebasan berfikir menimbulkan keberanian seseorang dalam menyusun
hipotesis-hipotesis yang radikal, kebebasan menjajaki masalah secara
keseluruhan, dan menunjang keberanian memecahkan masalah dan menarik kesimpulan
yang baru dan benar
c)
Perbedaan
individu dalam kemampuan dan Perkembangan kognitif
Seperti
diketahui, manusia itu berbeda satu sama lain dalam berbagai hal, juga tentang
intelegensinya. Intelegensi merupakan kemampuan umum
mental individu. Spearman menyatakan bahwa di samping faktor umum ada
juga faktor khusus di dalam intelegensi itu sendiri. Faktor khusus inilah yang
menyebabkan orang-orang ber-IQ sama, yang seorang lebih terampil dalam
matematika, sedangkan seorang yang lain lebih fasih dalam bahasa.
Thurtstone,
mengatakan bahwa faktor umum itu tidak ada, yang ada hanya sekelompok faktor
khusus yang diberi nama Kemampuan Mental Premier yang terdiri dari tujuh faktor
yaitu kemampuan verbal, kemampuan angka-angka, tilikan keuangan, kemampuan
pengindraan, ingatan, penalaran dan kelancaran berbahasa.
d)
Implementasi
dalam Pendidikan
Beberapa hal yang dapat dilakukan
untuk mengembangkan aspek kognitif siswa adalah sebagai berikut.
1. Guru harus
memahami bahwa siswa bukan sebagai orang dewasa yang mudah dalam proses
berpikirnya.
2. Guru
menyusun materi dengan menggunakan pola atau logika tertentu dari sederhana ke
kompleks.
3. Guru
menciptakan pembelajaran yang bermakna.
4. Guru
memerhatikan perbedaan individual setiap siswa untuk mencapai keberhasilan
siswa.
5. Guru dapat
memberikan permasalahan-permasalahan yang bersifat abstrak karena siswa remaja
sudah pada tahap operasi formal untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa.
6. Memusatkan
perhatian kepada cara berpikir atau proses mental anak, tidak sekedar kepada
hasilnya. Guru harus memahami proses yang digunakan anak sehingga sampai pada
hasil tersebut.
2. Perkembangan
Bahasa pada Remaja
a. Pengertian
Bahasa
Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan
orang lain. Dalam pengertian ini, tercakup semua cara untuk berkomunikasi, di
mana pikiran dan perasaan dinyatakan dalam bentuk lambang atau simbol untuk
mengungkapkan sesuatu pengertian, seperti menggunakan lisan, tulisan, isyarat,
bilangan, lukisan dan mimik muka. Bahasa sangat erat kaitannya dengan
perkembangan berpikir individu. Perkembangan pikiran individu tampak dalam
perkembangan bahasanya yaitu melalui kemampuan membentuk pengertian, menyusun
pendapat, dan menarik kesimpulan.
b. Perkembangan
Bahasa pada Remaja
a)
Karakteristik
Perkembangan Bahasa pada Remaja
1. Pada
umumnya kemampuan bahasa remaja lebih berkembang daripada masa perkembangan
sebelumnya
2. Remaja
belajar bahasa dari lingkungan. Lingkungan remaja meliputi lingkungan keluarga,
masyarakat, sekolah dan pergaulan teman sebaya.
3. Ragam bahasa remaja memiliki ciri
khusus yaitu singkat, lincah dan kreatif. Kata-kata yang digunakan
cenderung pendek, sementara kata yang agak panjang akan diperpendek atau diganti dengan kata yang lebih pendek seperti permainan
diganti dengan mainan, pekerjaan diganti dengan kerjaan.
4. Kalimat-kalimat yang digunakan
kebanyakan berstruktur kalimat tunggal atau kalimat lebih pendek sehingga seringkali dijumpai kalimat-kalimat yang
tidak lengkap tetapi sangat komunikatif.
5. Perkembangan
bahasa remaja didukung oleh perkembangan kognitifnya
Pada
masa remaja telah tercapai tahap operasional formal sehingga remaja mulai mampu
mengaplikasikan prinsip-prinsip berpikir formal atau ilmiah secara baik pada
setiap situasi dan telah mengalami peningkatan kemampuan dalam menyusun pola
hubungan secara komperhensif, membandingkan secara kritis antara fakta dan
asumsi serta mengurangi penggunaan symbol-simbol dan terminologi konkret dalam
mengomunikasikannya.
b)
Faktor
yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa
1.
Kesehatan/kondisi
fisik
Kesehatan merupakan faktor yang
sangat mempengaruhi perkembangan bahasa anak terutama pada usia awal
kehidupannya. Apabila kesehatan terganggu
maka anak cenderung mengalami keterlambatan atau kesulitan dalam
perkembangan bahasanya. Apabila pada masa perkembangan sebelum remaja
perkembangan bahasa mengalami gangguan maka akan berpengaruh terhadap perkembangan
bahasa pada masa remaja.
2.
Kondisi
Lingkungan
Remaja belajar bahasa dari
lingkungan. Lingkungan yang berbeda dalam perkembangan bahasa akan menyebabkan
perbedaan antara remaja yang satu dengan yang lainnya.
3.
Kecerdasan/intelegensi
Untuk meniru bunyi atau suara,
gerakan dan simbol-simbol , memproduksi perbendaharaan kata, kemampuan meyusun
kalimat dengan baik dan memahami maksud suatu pernyataan memerlukan kemampuan
motorik yang baik. Kemampuan motorik seseorang berhubungan positif dengan
kecerdasan orang tersebut. Dengan demikian maka kecerdasan berpengaruh terhadap
kemampuan bahasa orang tersebut.
4.
Status
Sosial Ekonomi Keluarga
Beberapa studi mengatakan bahwa
remaja yang berasal dari keluarga kurang mampu mengalami keterlambatan dalam
perkembangan bahasanya dibandingkan dengan remaja yang berasal dari keluarga
yang status ekonominya lebih baik. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh
perbedaan kecerdasan dan juga kesempatan belajar.
5.
Jenis
kelamin
Beberapa studi mengatakan bahwa
wanita lebih baik dalam membaca. Wanita juga menunjukan prestasi yang lebih
baik dari lelaki pada bidang menguji kemampuan berbahasa.
6.
Hubungan
Keluarga
Hubungan yang tidak sehat berupa
sikap orang tua yang kasar, kurang kasih sayang, kurang perhatian untuk
memberikan latihan dan contoh dalam berbahasa yang baik kepada anak menyebabkan
perkembangan bahasa anak menjadi stagnan atau mengalami kelainan. Sedangkan hubungan keluarga yang sehat dapat
memfasilitasi perkembangan bahasa anak.
c)
Hubungan
antara Kemampuan Bahasa dan Kemampuan Berpikir
Kemampuan berbahasa dan berpikir
saling berpengaruh satu sama lain. Seseorang yang rendah kemampuan berpikirnya
akan mengalami kesulitan dalam meyususn kalimat yang baik, logis dan
sistematis. Seseorang yang kemampuan bahasanya rendah sulit untuk menyampaikan
dan juga menangkap arti bahasa sehingga persepsi yang diperolehnya menjadi
tidak jelas hal ini menyebabkan hasil proses berpikir menjadi tidak tepat.
Ketidaktepatan hasil proses berpikir ini diakibatkan oleh kekurangmampuan dalam
bahasa.
d)
Perbedaan
individu dalam kemampuan dan Perkembangan Bahasa
Menurut Chomsky anak dilahirkan ke
dunia telah memiliki kapasitas berbahasa. Akan tetapi kemampuan tersebut
dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Lingkungan yang berbeda menyebabkan
perbedaan terbentuknya bahasa anak.
Anak mempunyai kemampuan berpikir
yang berbeda-beda, sedangkan berpikir dan bahasa mempunyai korelasi yang
tinggi. Anak dengan kemampuan IQ yang tinggi cenderung mempunyai kemampuan
bahasa yang tinggi. Nilai IQ masing-masing anak tersebut menjelaskan bahwa
terdapat perbedaan individual pada remaja. Variasi kemampuan berbahasa sesuai
dengan variasi kemampuan dalam berpikir.
Kekayaan lingkungan dalam hal ini
adalah kosakata yang dilihat, didengar, dan dihayati oleh remaja merupakan
pendukung bagi perkembangan peristilahan yang sebagian besar dicapai dengan
proses meniru. Hal inilah yang menyebabkan remaja yang berasal dari lingkungan
yang berbeda menyebabkan perbedaan dalam kemampuan berbahasa.
Jadi, perbedaan individual yang
menyebabkan perbedaan dalam kemampuan dan perkembangan berbahasa adalah
perbedaan lingkungan dan perbedaan tingkat IQ.
e)
Implementasi
dalam Pendidikan
Strategi pembelajaran yang dapat
dilakukan oleh guru agar pembelajarn tersebut bermakna bagi siswa adalah
sebagai berikut:
1. Anak
diminta untuk melakukan pengulangan, misalnya dengan cara menceritakan kembali
pelajaran yang sudah didapat, baik kepada guru maupun kepada sesama teman,
dengan kalimat mereka sendiri sehingga kemampuan dan pola berbahasa anak
meningkat.
2. Guru
menambah perbendaharaan bahasa lingkungan yang telah dipilih secara tepat dan
benar. Hal ini dapat menyebabkan kemampuan anak dalam berbahasa meningkat dan
anak mampu menyusun cerita yang lebih kompleks dan komprehensif dengan bahasa
mereka sendiri.
3. Anak
diminta melakukan pengulangan dengan cara menuliskan kembali secara tertulis
sehingga pola berbahasa dan kemampuan menyusun kalimat bagi siswa meningkat.
4. Guru
memberikan fasilitas diskusi dan komunikasi bebas bagi siswa agar siswa dapat
mengekspresikan kemampuan berbahasa mereka.
5. Guru
memberikan fasilitas seperti buku bacaan, surat kabar, majalah, dan lain-lain
yang memiliki pengetahuan yang baik untuk siswa.
C.
KESIMPULAN
DAN SARAN
Saran :
1.
Dalam proses pembelajaran sebaiknya
fasilitas untuk meningkatkan kemampuan
bahasa siswa ditingkatkan seperti buku, majalah, forum diskusi, dll
2.
Sebaiknya guru melakukan interaksi
secara aktif kepada siswa sehingga kemampuan komunikasi meningkat
3.
Sebaiknya guru melakukan strategi
pembelajaran yang menunjang perkembangan kognitif siswa misalnya yaitu memberi
permasalahan kepada siswa dan siswa diminta untuk menganalisis masalah tersebut
4.
Sebaiknya siswa meningkatkan kemampuan
dan pola bahasa dengan melakukan interaksi dengan guru, teman-teman, orang tua
atau masyarakat agar kosakata yang dikuasai semakin meningkat
DAFTAR
PUSTAKA
Desmita.2005.
Psikologi Perkembangan.Bandung: PT Remaja Resdakarya.
Hartono, Agung
dan Sunarto.2002. Perkembangan Peserta Didik.Jakarta: PT Rineka Cipta.
Hurlock, Elizabeth.1980.Psikologi
Perkembangan.Jakarta: Erlangga.
Izzaty, Rita
Eka,dkk.2008.Perkembangan Peserta Didik.Yogyakarta: UNY Press.
Sudrajat,
Ahmad.2008.Masalah pada Remaja.diakses melalui http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/31/masalah-pada-masa-remaja/
pada hari Senin,15 April 2013
pukul 15.46.
Yusuf LN, Syamsu.2004.Psikologi
Perkembangan Anak dan Remaja.Bandung: PT Remaja Resdakarya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar