Jumat, 14 Juni 2013

MAKALAH: Perkembangan Kognitif dan Bahasa Remaja



A.    PENDAHULUAN
Remaja adalah suatu periode peralihan dari masa anak-anak hingga masa awal dewasa yang dimulai pada usia kira-kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 sampai 20 tahun. Pada masa remaja, intelektual yang berupa kognitif dan bahasa berkembang pesat. Dalam perkembangan kognitif, pemikiran remaja berubah menjadi lebih abstrak, logis dan idealis. Artinya remaja tidak akan percaya begitu saja terhadap apa yang dikatakan oleh orang tua tanpa tahu sebab dan alasan. Remaja mulai berfikir rasional dan mulai berfikir tentang citra diri mereka. Remaja mempunyai keyakinan bahwa orang lain akan memperhatikan dirinya sebagaimana halnya dirinya sendiri. Dalam perkembangan bahasa, masa remaja terutama remaja awal merupakan masa terbaik untuk mengenal dan mendalami bahasa asing. Namun karena keterbatasan kesempatan dan sarana dan pra sarana, menyebabkan si remaja kesulitan untuk menguasai bahasa asing. Tidak bisa dipungkiri, dalam era globalisasi sekarang ini, penguasaan bahasa asing merupakan hal yang penting untuk menunjang kesuksesan hidup dan karier seseorang. Namun dengan adanya hambatan dalam pengembangan ketidakmampuan berbahasa asing tentunya akan sedikit-banyak berpengaruh terhadap kesuksesan hidup dan kariernya. Terhambatnya perkembangan kognitif dan bahasa dapat berakibat pula pada aspek emosional, sosial, dan aspek-aspek perilaku dan kepribadian lainnya.


B.     PERKEMBANGAN INTELEKTUAL REMAJA
1.      Pengertian perkembangan

Menurut Schneirla(1957), perkembangan adalah perubahan-perubahan progresif dalam organisasi organisme. Organisme ini dilihat sebagai sistem fungsional dan adaptif sepanjang hidupnya. Perubahan-perubahan progresif ini meliputi 2 faktor yaitu kematangan dan pengalaman.

Menurut Monks (1984 : 2), perkembangan adalah suatu proses yang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi, berdasarkan proses pertumbuhan, kematangan dan belajar.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perkembangan tidak terbatas pada pengertian pertumbuhan yang semakin membesar, melainkan di dalamnya juga terkandung serangkaian perubahan yang berlangsung secara terus menerus dan bersifat tetap dari fungsi-fungsi jasmaniah dan rohaniah yang dimiliki individu menuju ketahap kematangan melalui pertumbuhan, pematangan dan belajar.

Sulit untuk menentukan definisinya masa remaja karena waktu dimulainya dan berakhirnya tidak dapat ditentukan secara pasti karena masa remaja dan remaja sesungguhnya merupakan ciptaan budaya yaitu suatu konsep yang muncul dalam masyarakat modern sebagai tanggapan terhadap perubahan sosial yang menyertai perkembangan industri pada anak abad ke-19 di Eropa dan Amerika Serikat. Remaja telah digunakan secara luas untuk menunjukkan suatu tahap perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa, yang ditandai oleh perubahan-perubahan fisik umum serta perkembangan kognitif dan sosial. Rentang waktu usia remaja dibedakan menjadi 3, yaitu : 12-15 tahun (masa remaja awal), 15-18 tahun (masa remaja pertengahan), 18-21 tahun (masa remaja akhir).

2.      Pengertian intelektual

Beberapa ahli mengemukakan pengertian intelegensi atau kemampuan itelektual sebagai berikut :

Menurut English & English dalam bukunya “A Comprehensive Dictionary of Psychological and Psychoanalitical Terms”, istilah intelektual berarti kekuatan mental dimana manusia dapat berfikir, suatu rumpun nama untuk proses kognitif, terutama untuk aktivitas yang berkenaan dengan berfikir dan kecakapan yang tinggi untuk berfikir

Charles Spearman mengemukakan bahwa intelegensi adalah suatu kumpulan yang merupakan kemampuan tunggal.

Weschler (dalam Wahab, 1999) mengemukakan bahwa intelegensi sebagai keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara terarah serta kemampuan mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa intelektual adalah kemampuan berfikir untuk memperoleh berbagai informasi dan berfikir logis serta cepat sehingga dapat bergerak dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru.

Perkembangan intelektual meliputi perkembangan kognitif dan bahasa.
1.      Perkembangan Kognitif pada Remaja
a.       Pengertian kognitif
Kognisi adalah istilah ilmiah untuk "proses pikiran." yaitu bagaimana manusia melihat, mengingat, belajar dan berpikir tentang informasi. Secara umum kognitif diartikan potensi intelektual yang terdiri dari tahapan pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisa, sintesa, dan evaluasi.
b.      Perkembangan kognitif pada remaja
a)      Karakteristik Perkembangan Kognitif pada Remaja
Menurut Jean Piaget seseorang pada usia remaja berada pada tahap operasional formal . Sifat pada tingkat berpikir operasional formal antara lain:
1.      Sifat deduktif hipotesis
Penyelesaian masalah dimulai dengan pemikiran secara teoritik kemudian menganalisis masalah dan mengajukan berbagai hipotesis selanjutnya membuat strategi penyelesaian suatu masalah berdasarkan hasil analisis tersebut.
2.      Berpikir operasional juga berpikir kombinatoris
Mampu memecahkan masalah dengan membuat perencanaan kegiatan terlebih dahulu dan berusaha mengantisipasi berbagai macam informasi yang akan diperlukan untuk memcahkan masalah tersebut.
b)     Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kognitif pada Remaja
Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan intelektual menurut Andi Mappiare:
1.      Bertambahnya informasi yang disimpan dalam otak seseorang sehingga ia mampu berfikir reflektif.
2.      Banyaknya pengalaman dan latihan-latihan memecahkan masalah sehingga seseorang dapat berfikir porprosional.
3.      Adanya kebebasan berfikir menimbulkan keberanian seseorang dalam menyusun hipotesis-hipotesis yang radikal, kebebasan menjajaki masalah secara keseluruhan, dan menunjang keberanian memecahkan masalah dan menarik kesimpulan yang baru dan benar

c)      Perbedaan individu dalam kemampuan dan Perkembangan kognitif

Seperti diketahui, manusia itu berbeda satu sama lain dalam berbagai hal, juga tentang intelegensinya. Intelegensi merupakan kemampuan umum mental individu. Spearman menyatakan bahwa di samping faktor umum ada juga faktor khusus di dalam intelegensi itu sendiri. Faktor khusus inilah yang menyebabkan orang-orang ber-IQ sama, yang seorang lebih terampil dalam matematika, sedangkan seorang yang lain lebih fasih dalam bahasa.

Thurtstone, mengatakan bahwa faktor umum itu tidak ada, yang ada hanya sekelompok faktor khusus yang diberi nama Kemampuan Mental Premier yang terdiri dari tujuh faktor yaitu kemampuan verbal, kemampuan angka-angka, tilikan keuangan, kemampuan pengindraan, ingatan, penalaran dan kelancaran berbahasa.
d)     Implementasi dalam Pendidikan

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan aspek kognitif siswa adalah sebagai berikut.
1.      Guru harus memahami bahwa siswa bukan sebagai orang dewasa yang mudah dalam proses berpikirnya.
2.      Guru menyusun materi dengan menggunakan pola atau logika tertentu dari sederhana ke kompleks.
3.      Guru menciptakan pembelajaran yang bermakna.
4.      Guru memerhatikan perbedaan individual setiap siswa untuk mencapai keberhasilan siswa.
5.      Guru dapat memberikan permasalahan-permasalahan yang bersifat abstrak karena siswa remaja sudah pada tahap operasi formal untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa.
6.      Memusatkan perhatian kepada cara berpikir atau proses mental anak, tidak sekedar kepada hasilnya. Guru harus memahami proses yang digunakan anak sehingga sampai pada hasil tersebut.

2.      Perkembangan Bahasa pada Remaja
a.       Pengertian Bahasa
Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Dalam pengertian ini, tercakup semua cara untuk berkomunikasi, di mana pikiran dan perasaan dinyatakan dalam bentuk lambang atau simbol untuk mengungkapkan sesuatu pengertian, seperti menggunakan lisan, tulisan, isyarat, bilangan, lukisan dan mimik muka. Bahasa sangat erat kaitannya dengan perkembangan berpikir individu. Perkembangan pikiran individu tampak dalam perkembangan bahasanya yaitu melalui kemampuan membentuk pengertian, menyusun pendapat, dan menarik kesimpulan.
b.      Perkembangan Bahasa pada Remaja
a)      Karakteristik Perkembangan Bahasa pada Remaja
1.      Pada umumnya kemampuan bahasa remaja lebih berkembang daripada masa perkembangan sebelumnya
2.      Remaja belajar bahasa dari lingkungan. Lingkungan remaja meliputi lingkungan keluarga, masyarakat, sekolah dan pergaulan teman sebaya.
3.      Ragam bahasa remaja memiliki ciri khusus yaitu singkat, lincah dan kreatif. Kata-kata yang digunakan cenderung pendek, sementara kata yang agak panjang akan diperpendek atau diganti dengan kata yang lebih pendek seperti permainan diganti dengan mainan, pekerjaan diganti dengan kerjaan.
4.      Kalimat-kalimat yang digunakan kebanyakan berstruktur kalimat tunggal atau kalimat lebih pendek sehingga seringkali dijumpai kalimat-kalimat yang tidak lengkap tetapi sangat komunikatif.
5.      Perkembangan bahasa remaja didukung oleh perkembangan kognitifnya
Pada masa remaja telah tercapai tahap operasional formal sehingga remaja mulai mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip berpikir formal atau ilmiah secara baik pada setiap situasi dan telah mengalami peningkatan kemampuan dalam menyusun pola hubungan secara komperhensif, membandingkan secara kritis antara fakta dan asumsi serta mengurangi penggunaan symbol-simbol dan terminologi konkret dalam mengomunikasikannya.
b)     Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa
1.      Kesehatan/kondisi fisik
Kesehatan merupakan faktor yang sangat mempengaruhi perkembangan bahasa anak terutama pada usia awal kehidupannya. Apabila kesehatan terganggu  maka anak cenderung mengalami keterlambatan atau kesulitan dalam perkembangan bahasanya. Apabila pada masa perkembangan sebelum remaja perkembangan bahasa mengalami gangguan maka akan berpengaruh terhadap perkembangan bahasa pada masa remaja.
2.      Kondisi Lingkungan
Remaja belajar bahasa dari lingkungan. Lingkungan yang berbeda dalam perkembangan bahasa akan menyebabkan perbedaan antara remaja yang satu dengan yang lainnya.
3.      Kecerdasan/intelegensi
Untuk meniru bunyi atau suara, gerakan dan simbol-simbol , memproduksi perbendaharaan kata, kemampuan meyusun kalimat dengan baik dan memahami maksud suatu pernyataan memerlukan kemampuan motorik yang baik. Kemampuan motorik seseorang berhubungan positif dengan kecerdasan orang tersebut. Dengan demikian maka kecerdasan berpengaruh terhadap kemampuan bahasa orang tersebut.
4.      Status Sosial Ekonomi Keluarga
Beberapa studi mengatakan bahwa remaja yang berasal dari keluarga kurang mampu mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasanya dibandingkan dengan remaja yang berasal dari keluarga yang status ekonominya lebih baik. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh perbedaan kecerdasan dan juga kesempatan belajar.
5.      Jenis kelamin
Beberapa studi mengatakan bahwa wanita lebih baik dalam membaca. Wanita juga menunjukan prestasi yang lebih baik dari lelaki pada bidang menguji kemampuan berbahasa.
6.      Hubungan Keluarga
Hubungan yang tidak sehat berupa sikap orang tua yang kasar, kurang kasih sayang, kurang perhatian untuk memberikan latihan dan contoh dalam berbahasa yang baik kepada anak menyebabkan perkembangan bahasa anak menjadi stagnan atau mengalami kelainan.  Sedangkan hubungan keluarga yang sehat dapat memfasilitasi perkembangan bahasa anak.
c)      Hubungan antara Kemampuan Bahasa dan Kemampuan Berpikir
Kemampuan berbahasa dan berpikir saling berpengaruh satu sama lain. Seseorang yang rendah kemampuan berpikirnya akan mengalami kesulitan dalam meyususn kalimat yang baik, logis dan sistematis. Seseorang yang kemampuan bahasanya rendah sulit untuk menyampaikan dan juga menangkap arti bahasa sehingga persepsi yang diperolehnya menjadi tidak jelas hal ini menyebabkan hasil proses berpikir menjadi tidak tepat. Ketidaktepatan hasil proses berpikir ini diakibatkan oleh kekurangmampuan dalam bahasa.
d)     Perbedaan individu dalam kemampuan dan Perkembangan Bahasa
Menurut Chomsky anak dilahirkan ke dunia telah memiliki kapasitas berbahasa. Akan tetapi kemampuan tersebut dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Lingkungan yang berbeda menyebabkan perbedaan terbentuknya bahasa anak.

Anak mempunyai kemampuan berpikir yang berbeda-beda, sedangkan berpikir dan bahasa mempunyai korelasi yang tinggi. Anak dengan kemampuan IQ yang tinggi cenderung mempunyai kemampuan bahasa yang tinggi. Nilai IQ masing-masing anak tersebut menjelaskan bahwa terdapat perbedaan individual pada remaja. Variasi kemampuan berbahasa sesuai dengan variasi kemampuan dalam berpikir.

Kekayaan lingkungan dalam hal ini adalah kosakata yang dilihat, didengar, dan dihayati oleh remaja merupakan pendukung bagi perkembangan peristilahan yang sebagian besar dicapai dengan proses meniru. Hal inilah yang menyebabkan remaja yang berasal dari lingkungan yang berbeda menyebabkan perbedaan dalam kemampuan berbahasa.

Jadi, perbedaan individual yang menyebabkan perbedaan dalam kemampuan dan perkembangan berbahasa adalah perbedaan lingkungan dan perbedaan tingkat IQ.

e)      Implementasi dalam Pendidikan
Strategi pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru agar pembelajarn tersebut bermakna bagi siswa adalah sebagai berikut:
1.      Anak diminta untuk melakukan pengulangan, misalnya dengan cara menceritakan kembali pelajaran yang sudah didapat, baik kepada guru maupun kepada sesama teman, dengan kalimat mereka sendiri sehingga kemampuan dan pola berbahasa anak meningkat.
2.      Guru menambah perbendaharaan bahasa lingkungan yang telah dipilih secara tepat dan benar. Hal ini dapat menyebabkan kemampuan anak dalam berbahasa meningkat dan anak mampu menyusun cerita yang lebih kompleks dan komprehensif dengan bahasa mereka sendiri.
3.      Anak diminta melakukan pengulangan dengan cara menuliskan kembali secara tertulis sehingga pola berbahasa dan kemampuan menyusun kalimat bagi siswa meningkat.
4.      Guru memberikan fasilitas diskusi dan komunikasi bebas bagi siswa agar siswa dapat mengekspresikan kemampuan berbahasa mereka.
5.      Guru memberikan fasilitas seperti buku bacaan, surat kabar, majalah, dan lain-lain yang memiliki pengetahuan yang baik untuk siswa.



C.    KESIMPULAN DAN SARAN
Saran :
1.      Dalam proses pembelajaran sebaiknya fasilitas  untuk meningkatkan kemampuan bahasa siswa ditingkatkan seperti buku, majalah, forum diskusi, dll
2.      Sebaiknya guru melakukan interaksi secara aktif kepada siswa sehingga kemampuan komunikasi meningkat
3.      Sebaiknya guru melakukan strategi pembelajaran yang menunjang perkembangan kognitif siswa misalnya yaitu memberi permasalahan kepada siswa dan siswa diminta untuk menganalisis masalah tersebut
4.      Sebaiknya siswa meningkatkan kemampuan dan pola bahasa dengan melakukan interaksi dengan guru, teman-teman, orang tua atau masyarakat agar kosakata yang dikuasai semakin meningkat



DAFTAR PUSTAKA

Desmita.2005. Psikologi Perkembangan.Bandung: PT Remaja Resdakarya.
Hartono, Agung dan Sunarto.2002. Perkembangan Peserta Didik.Jakarta: PT Rineka Cipta.
Hurlock, Elizabeth.1980.Psikologi Perkembangan.Jakarta: Erlangga.
Izzaty, Rita Eka,dkk.2008.Perkembangan Peserta Didik.Yogyakarta: UNY Press.
Sudrajat, Ahmad.2008.Masalah pada Remaja.diakses melalui http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/31/masalah-pada-masa-remaja/ pada hari Senin,15 April 2013 pukul 15.46.
Yusuf LN, Syamsu.2004.Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.Bandung: PT Remaja Resdakarya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar